Minggu, 30 Mei 2010

mimpiku

dulu aku selalu berkhayal akan ada seorang pangeran berkuda putih akan hadir dalam hidupku,,,
tapi, aku sadar itu terlalu muluk, karena itu tak akan mungkin terjadi


sekarang aku tak berani bermuluk- muluk ria,,,
aku hanya mampu bermimpi satu hari nanti aku bisa bertemu dengan seorang cowok yang baik,
yang akan menjagaku, melindungiku, serta menyayangiku setulus hatinya


25 januari 2009 semua itu terjadi,,
aku tak tahu aku bermimpi atau sedang keruntuhan pohon durian
tapi semua itu benar-benar terjadi
seorang cowok datang dalam hidupku, memberikan sebuah arti baru
dia seperti dari dunia dongeng,
terlalu baik, tapi, aku juga sadar dia tak sempurna
terlalu indah, tapi aku tahu ini bukanlah segalanya

aku bersyukur mendapatkannya,
tapi, suatu saat nanti aku tahu harus melepaskannya bukan karena aku tak menyayanginya
tapi karena aku sadar ia akan lebih bahagia tanpa aku disisinya


tapi disuatu saat aku menyadari bahwa aku tak pantas untuknya,
aku bukanlah perempuan dari negeri dongeng yang kan membahagiakannya.,
aku bukalah gadis yang mampu bersanding dengannya,
dan aku mencoba menyadari,
bahwa dia kan lebih bahagia tanpa aku disisinya,



sekejap aku tersadar,,, aku telah menghancurkan mimpiku,
mimpiku yang selama bertahun- tahun aku pupuk dalam hati,
yang setiap malam selalu aku sirami dengan harapan,
yang aku rawat dengan khayalan,
semua hancur dalam sekejap mata,
karena sebuah kebodohan


sekarang mampukah aku kembali membangun sebuah mimpi baru,
atau aku mencoba memohon kepada mimpiku ini, agar ia tak mati,
agar ia tetap bersamaku, mebangun sebuah mimpi yang lebih kukuh agar tak lagi hancur ???
agar ia tetap hidup isi hariku, temani hariku, sayangku ???

dalam mimpiku

biarkan aku memilikimu..
biarkan aku genggam tanganmu..
biarkan aku merasakan hangatnya senyummu...
biarkan aku memiliki kebahagiaanmu..
dan menjadikannya kebahagiaanku juga..


biarkan aku menghapus dukamu..
biarkan aku menyapu kepdihanmu..
biarkan aku menyeka airmatamu..
dan merenggut kepedihan itu darimu..
agar hanya aku yang merasakan itu...


aku mau kamu bahagia karena aku disisimu..
aku mau kamu tertawa karena aku disampingmu..
tapi aku juga mau kamu ada disisiku
(akan terasa hangat diriku,
akan terasa damai duniaku,
akan terasa indah hidupku)..
meski itu hanya akan jadi mimpiku...

kangen

aku kangen kamu..
terlalu lama aku gak bisa berduaan sama kamu...
aku mau kamu..
meskipun cuma sekejap...
aku mau liat senyum kamu meski sesaat...

apa aku terlalu egois ngarepin kedatangan kamu setiap malam???

apa aku terlalu egois ngarepin suara n sikap manjannya kamu setiap waktu ????
aku cuma kangen kamu, kangen senyum kamu, kangen resenya kamu, kangen ngambeknya kamu, kangen anehnya aku, n masih banyak lagi hal yang aku kangenin dari kamu,
aku kangen semua itu..

bisa gak sich kamu luangin sedikit waktu supaya aku bisa ketemu kamu...

bisa berduaan sama kamu.. apa semua itu terlalu egois??
bilang !!!

sang rembulan

matahari tergelincir di ufuk barat...
gelap telah menguasi malam...
bintang bersembunyi dibalik awan awan putih...
dan sang rembulan telah menduduki singasananya...

tetapi hari ini sang rembulan begitu berbeda....
dia bersinar tak secerah biasanya...
dia bersinar namun temaram....
seakan akan melukiskan sebuah hati...
yang menunggu, berharap, bertanya dan bersedih....
"akankah ada yang menemaniku malam ini???? menempati ruang kosong yang sunyi ini??? dan tak membiarkan k sendiri???...
aku tahu aku tak bisa memaksanya untuk berada disini, namun aku hanya bisa berharap akan kedatangannya,,, aku hanya bisa menunggu kedatanganya,,, kankah,, mungkinkah,, kapan??????"


malam semakin merayapi malam...
binatang binatang malam mulai bernyanai, mengiringi malam,,,
bernyanyi tentang lagu kesedihan untuk sangrembulan yang kesepian...

fatamorgana

kamu seakan hadir diantara persimpangan...
lemparkan senyum yang merona...
yang membuatku tersipu...
yang membuat aku ragu...


berpikir....
seakan kamu benar-benar ada....
dan aku pantas untuk bersanding denganmu...
ataukah aku harus terus menjalani hidup..
dengan segala realita...
tanpa cinta...

aku termenung..
tak pernah kuingin jalani hidup tanpa cinta..
karena dengan begitupun aku tak pernah hidup..


disini..
aku masih termenung...
bimbang.....
aku tak mungkin menggapai sesuatu yang yang tak mungkin kuraih...


teeesss...
ini kamuflase hidup...yang membutakan...
segera pergi atau kukan celaka nanti...

dulu

dulu kamu bagaikan embun...
indah,menyejukan,namun tak dapat kupegang
dulu kamu bagaikan silau cahaya...
hangat,menyilaukan,namun tak tergenggam
dulu kamu bagaikan bintang...
cantik,dambaan tetapi tak teraih
dulu kamu bagaikan air...
tak tersentuh,menyegarkan,sumber kehidupan
dulu kamu adalah asa...
sempurna,mengagumkan,tetapi takkan pernah terimiliki...

hingga aku sadar..hingga aku menyerah..hingga saat ini...


seakan mimpi..
kamu kembali...lagi...
tetapi kini kamu bukan embun,bukan cahaya,bukan binytang,bukan air,buka asa...
kamu nyyata !!!
nyata didpean mataku,nyata didalam hidupku...
dengan senyuman yang dulu tak mampu kumiliki...
dengan kata-kata yang dulu tak mampu kudengar...
dengan tangan yang tak mapu kuraih...


tetapi,,kenapa..kenapa dia harus kembali lagi??
kenapa?? kenapa ketika ku tak lagi sendiri..
kenapa dia harus datang lagi....
kenapa ketika aku sudah mempunyai dia yang selalu menyayangiku,menjagaku,memedulikanku,

kenapa?? kenapa???

titik jenuh

seperti cinta yang datang tanpa permisi
kejenuhan itu pun muncul tanpa kusadari


ternyata kita telah begitu jauh melangkah
telah mencapai begitu banyak anak tangga
bersama denagn segala rasa yang yang berkecamuk
merasa mampu untuk berjanji "untuk selalu bersama selamanya"
dengan penuh senyum rasa bangga...


tetapi,tak selamanya kasih itu kekal
ketika tanpa sadar, kita telah berjalan kearah yang salah
kepuncak yang bukan kita tuju
ternyata kita sudah sampai pada sebuah titik
titik kejenuhan...kemuakan...

muak atas sikapa konyolmu...
muak atas keegoisanmu...
muak atas segala luka yang telah kau beri..
jenuh menanggapi sikapmu...
jenuhy yang melulu tentang kamu....
jenuh memaklumi sifatmu..


jenuh hingga membuatku muak padamu..
jenuh..aku jenuh padamu...